DPRD KUKAR

Yohanes Da Silva Badulele Lakukan Reses di Desa Loa Janan Ulu dan Tani Harapan

Kukar, beritaalternatif.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Yohanes Da Silva Badulele melakukan reses di beberapa tempat di Desa Loa Janan Ulu dan Tani Harapan, Jumat (3/12/2021) lalu.

Di sisa masa resesnya, Yohanes yang baru saja menggantikan almarhum Supriyadi pada Penggantian Antar Waktu (PAW) beberapa waktu yang lalu mengatakan dirinya akan melakukan reses terakhirnya di Jonggon.

“Nanti terakhir di Jonggon malam Minggu karena besok mau workshop di Bogor,” ucap Yohanes pada Selasa (7/12/2021) siang.

Selama melakukan reses, Yohanes mendengarkan langsung beberapa keluhan masyarakat Loa Janan Ulu dan Tani Harapan, salah satunya persoalan infrastruktur.

“Infrastruktur seperti jalan, pengecoran gang, bantaran sungai, kemudian perbaikan parit di Loa Janan Ulu dan Tani Harapan. Ini menjadi bahan yang akan diperjuangkan,” ujar Yohanes.

“Kita serap aspirasi masyarakat dan itu menjadi bekal untuk kita perjuangkan,” tambahnya.

Dia mengungkapkan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut. Ia memberikan contoh seperti yang terjadi di Dusun Loa Ranten, Desa Loa Janan Ulu,  tersebut hampir tergenang banjir setiap kali hujan. Karenanya, dia akan fokus untuk memperjuangkannya.

“Komitmen untuk diperjuangkan di APBD Perubahan itu sehingga kemungkinan kita lebih fokus di sana, karena ada tiga RT, di antaranya RT 17, 34 dan RT 1,” jelasnya.

Selain menyerap aspirasi di bidang infrastruktur, Yohanes juga mendengarkan dan menerima keluhan masyarakat di bidang pertanian.

“Selain infrastruktur, di pertanian juga mereka keluhkan seperti di pengadaan pupuk dan bibit. Dua desa itu hampir sama,” tuturnya.

Meski baru merasakan menjadi anggota dewan, Yohanes menceritakan bahwa dirinya disambut dengan antusias dan penuh harapan oleh masyarakat. Alasannya, ia menyebutkan, sebelum menjadi anggota dewan, dia sudah membina masyarakat di desa tersebut.

“Pendekatan kemasyarakatannya cukup baik karena memang itu menjadi desa binaan saya. Sehingga sudah familier dengan warga. Sehingga saya tidak kaku dan mereka juga tidak kaku dengan saya,” pungkasnya. (adv)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top