DPRD KUKAR

Abdul Rasid Dorong Sekolah dan Instansi Pemerintah Gunakan Produk Perkayuan Kukar

BERITAALTERNATIF.COM – Sekitar 185 orang peserta telah mengikuti kegiatan Pelatihan Furniture Perkayuan, Pertukangan dan Desain Produk yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kukar.

Para peserta tersebut berasal dari kecamatan-kecamatan di Kukar. Sebagian dari mereka sudah bergelut di bisnis produk perkayuan. Ada pula yang tercatat sebagai pendatang baru.

Pelatihan ini memang didorong untuk menyasar anggota Karang Taruna dan masyarakat Kukar yang bergelut di bidang pertukangan dan produk perkayuan.

Kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah perusahaan daerah, salah satunya Perusda Tunggang Parang. Ada pula sejumlah komunitas di Kukar.

Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid berharap kegiatan tersebut dapat menambah pengetahuan dan pengalaman para peserta dalam proses produksi produk-produk perkayuan.

Kata dia, keterlibatan berbagai pihak dalam pelatihan tersebut diharapkan dapat membentuk kerja sama dalam meningkatkan pemanfaatan sumber daya kayu di Kukar.

“Kegiatan ini mungkin tidak bisa berjalan kalau sendiri-sendiri,” katanya.

Pelatihan ini juga merupakan terobosan Pemda Kukar dalam mendorong penggunaan produk-produk perkayuan yang dihasilkan pengusaha lokal agar dapat digunakan oleh sekolah-sekolah dan instansi pemerintah Kukar.

“Kebutuhan-kebutuhan meja dan kursi di sekolah-sekolah dan kantor-kantor ini bisa dari produk-produk yang dihasilkan dari kegiatan ini,” katanya.

Karena itu, sambung Rasid, para peserta, komunitas, dan perusahaan daerah yang terlibat dalam kegiatan ini bisa menjadi jejaring produksi dan penjualan produk-produk yang dihasilkan para peserta dalam pelatihan tersebut.

“Kemudian pemasaran bisa dibantu oleh Perusda. Mereka bisa kompak dalam kegiatan ini, sehingga bisa bersinergi. Teman-teman yang hanya bisa jadi tukang, ini bisa dijembatani dengan adanya kegiatan ini,” pungkasnya. (adv/um)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top