DPRD KUKAR

Perjalanan Karier Abdul Rasid sebelum Jadi Ketua DPRD Kukar

BERITAALTERNATIF.COM – Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid menceritakan perjalanan karier keorganisasiannya sebelum terpilih sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2014.

Setelah mengabdi di organisasi kemahasiswaan di Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Tenggarong, Rasid mengaku pernah menjadi Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kukar.

“Jumlah pengurusnya se-Kukar 16 orang. Saya salah satu orang yang menjadi Pengurus Kadin Kukar waktu itu,” ungkap Rasid saat menjadi pembicara dalam kegiatan PKKMB Unikarta pada Rabu (31/8/2022).

Ia juga pernah menjadi pengurus lembaga swadaya masyarakat, peneliti di LPM Unikarta, Panwas Kukar, dan Ketua KONI Kukar.

Rasid mengaku tidak pernah berpikir menjadi Ketua KONI Kukar. Pasalnya, jabatan ketua organisasi tersebut kerap diemban oleh para pejabat-pejabat penting di Kukar, seperti Syaukani HS, Samsuri Aspar, dan Rita Widyasari.

“Artinya, kalau melihat sebelum-sebelumnya ini, mereka tokoh-tokoh dan pejabat-pejabat yang ada di Kukar. Tetapi, saya juga mendapatkan kesempatan menjadi Ketua KONI Kukar,” terangnya.

Setelah melewati berbagai tugas di beberapa organisasi tersebut, Rasid kemudian menjadi politisi Partai Golkar. Di partai ini, ia mengawali kariernya di jenjang paling bawah.

“Saya hanya suruhan dari teman-teman yang sudah lebih dulu mengikuti pencalegan dan Pilkada Kukar,” bebernya.

Saat Rita Widyasari mencalonkan diri sebagai bupati Kukar, Rasid mengemban amanah sebagai petugas yang mengajak masyarakat untuk memilih Rita.

“Tahun 2014 barulah saya memulai titik awal saya menjadi Anggota DPRD Kukar,” ujarnya.

Dari perjalanan kariernya, Rasid mengaku bahwa untuk menjadi wakil rakyat membutuhkan pengalaman di berbagai bidang.

Selain pengalaman organisasi, wakil rakyat juga mesti memiliki kemampuan berbicara di depan umum, serta kompetensi manajerial.

Dalam menjalankan tugas, Rasid menekankan bahwa setiap orang yang ingin menjadi wakil rakyat harus menyelesaikan tugas dengan baik.

“Jangan berpikir hanya apa yang kita dapatkan dari tugas itu. Kita harus berpikir untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” saran Rasid. (adv/um)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top