DPRD KUKAR

Dayang Marisa Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Tenggarong di Bidang Infrastruktur, Perikanan, dan Keagamaan

BERITAALTERNATIF.COM – Selama tahun 2022, Anggota DPRD Kukar Dayang Marisa konsen memperjuangkan aspirasi masyarakat Kecamatan Tenggarong. Salah satu fokusnya yakni mendorong perbaikan infrastruktur jalan di ibu kota kabupaten tersebut.

“Keinginan saya bagaimana caranya supaya di Tenggarong ini tidak ada lagi jalan-jalan yang rusak,” jelasnya kepada beritaalternatif.com pada Kamis (22/9/2022) pagi.

Jalan-jalan penghubung antar satu RT dengan RT lain di Tenggarong pun secara berkala diperjuangkannya. Politisi Golkar ini memperjuangkan aspirasi tersebut atas permintaan dari warga Tenggarong.

“Sementara ini warga yang minta ke saya sebagian besar itu infrastruktur jalan,” jelasnya.

Selain itu, baru-baru ini Dayang melakukan reses di Kelurahan Loa Tebu. Warga di kelurahan tersebut meminta bantuan di bidang perikanan dan pertanian. “Alhamdulillah semuanya terealisasi,” katanya.

Dalam reses tersebut, Dayang melakukan penyerapan aspirasi masyarakat dengan menggunakan budaya beseprah. Diketahui, beseprah melambangkan kesejajaran antar berbagai kalangan masyarakat.

Secara pemaknaan, beseprah berarti duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Penyelanggaraan tradisi ini sebagai ajang menjalin persaudaraan antar warga Kutai dan mempererat silaturahmi antar sesama.

Selain itu, dalam tradisi ini terdapat pesan moral bahwa seorang pemimpin haruslah dekat dan membaur dengan semua rakyatnya.

Perempuan kelahiran Tenggarong ini juga membantu mesin jahit untuk warga yang bergelut dalam bidang penjahitan.

“Itu saya bantu di daerah Loa Ipuh,” bebernya.

Sebagai politisi yang mewakili warga Tenggarong yang majemuk, dia juga memperjuangkan aspirasi umat Kristiani.

“Kemarin saya bantu laptop untuk pihak gereja. Insyaallah saya upayakan semua aspirasi itu saya perjuangkan. Selama saya masih bisa bantu, pasti akan saya bantu,” urainya.

Kata dia, dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, wakil rakyat tidak memandang perbedaan suku, agama, ras, dan antar-golongan.

“Sebagai wakil rakyat, tidak ada yang namanya memandang agama masyarakat. Etam (kita) bantu siapa saja yang menyampaikan aspirasi ke etam,” tegasnya. (adv/um)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top