DPRD KALTIM

Profil Anggota DPRD Kaltim Puji Setyowati, Ketua Fraksi Demokrat-Nasdem

BERITAALTERNATIF.COM – Puji Setyowati adalah Anggota DPRD Kaltim periode 2019-2024 yang saat ini menjadi Ketua Fraksi Demokrat dan Nasional Demokrat (Nasdem).

Puji juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim. Di komisi tersebut, ia bekerja sama dengan Akhmed Reza Fachlevi (Ketua) dan Eddy Sunardi Darmawan (Sekretaris).

Sementara anggota-anggotanya adalah Abdul Kadir Tappa, Salehuddin, Ananda Emira Moeis, Sukmawati, Yenni Eviliana, Fitri Maisyaroh, dan Rusman Ya’qub.

Komisi tersebut membidangi kesejahteraan rakyat, yang meliputi ketenagakerjaan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kepemudaan dan olahraga, agama, dan kebudayaan.

Selain itu, kesejahteraan sosial, kesehatan, keluarga berencana, pemberdayaan dan peranan wanita, transmigrasi, museum, cagar budaya dan kepariwisataan.

Pada Pemilu 2019, Puji meraih 24.600 suara, tertinggi di Dapil Samarinda. Kalah itu, ia mengalahkan Andi Harun (23.410), yang saat ini menjadi Wali Kota Samarinda.

Di Dapil Samarinda, istri mantan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang tersebut, juga terpilih bersama Jahidin, Agus Suwandy, Ananda Emira Moeis, Romadhony Putra Pratama, Sapto Setyo Pramono, Nidya Listiyono, Saefuddin Zuhri, Masykur Sarmian, Rusman Ya’qub, dan Jawad Sirajuddin.

Perempuan berjilbab kelahiran Kutoarjo pada 28 April 1963 ini kerap menyuarakan berbagai isu yang berkenaan dengan dapil dan komisinya.

Baru-baru ini, sebagaimana dilansir dari Headline Kaltim, Puji mengatakan, untuk penganan persoalan yang dihadapi oleh perpustakaan daerah Kaltim harus mendapatkan penanganan yang komprehensif.

“Karena ini menjadi seperti rumah kedua bagi anak-anak. Tentunya dengan ruangan yang nyaman dan terbuka serta tidak ada kebisingan dan sebagainya,” ujarnya.

Terkait usulan memanfaatkan kembali Hotel Atlet Kadrie Oneing Sempaja sebagai pusat layanan perpustakaan, ia mengaku kurang setuju, karena di hotel tersebut banyak ruangan yang tersekat-sekat sehingga dinilai kurang maksimal dijadikan perpustakaan.

Justru, menurut dia, sebaiknya perpustakaan memiliki gedung yang baru, yang benar-benar layak dan cocok untuk dijadikan layanan perpustakaan.

“Ini akan lebih mudah ketimbang kalau harus melakukan renovasi. Kan semuanya sama-sama menggunakan biaya besar,” katanya. (adv/um)

Sumber Foto: Berita Kaltim

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top