Diskominfo Kukar

Totok Heru: Kukar Bisa Produksi Minyak Goreng Berbahan Dasar Kelapa

BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bisa membangun pabrik minyak goreng yang berasal dari kelapa.

Hal ini disampaikan oleh Asisten III Setkab Kukar Totok Heru Subroto baru-baru ini kepada awak media di Kantor Bupati Kukar.

Kata dia, pabrik minyak goreng dari kepala mesti dikelola secara terpadu dari hulu hingga hilir. Pasalnya, produksi minyak goreng yang terintegrasi bisa mengurangi biaya produksi.

Sementara itu, jika minyak goreng dari kepala diproduksi dalam skala kecil atau rumah tangga, maka biaya produksinya akan jauh lebih mahal dibandingkan minyak goreng yang berbahan dasar kelapa sawit.

“Kalau kita khusus tanam kelapa, panen, lalu kita buat minyak goreng, biaya produksi kita mungkin bisa Rp 30 ribu per liter. Kalah dengan minyak goreng dari kelapa sawit yang mungkin hanya Rp 18 ribu,” jelasnya.

Namun, bila proses produksi minyak goreng tersebut dimulai dari hulu seperti penanaman kelapa, peremajaan, pemupukan, hingga pemanenan secara massal, maka biaya produksinya akan jauh lebih murah.

Kelapa yang dihasilkan, sambung dia, bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk bahan dasar produksi minyak goreng. Ia mencontohkan batok kelapa yang bisa dijadikan arang, sabut kelapa untuk pupuk organik, air kelapa diolah menjadi saus, dan buah kelapa disulap menjadi minyak goreng.

“Produksi minyak goreng kita jadi lebih murah. Tidak Rp 30 ribu lagi, tapi cuma Rp 10 ribu, karena ada keuntungan-keuntungan lain, karena kita kelola secara terintegrasi, sehingga harga minyak goreng tadi lebih murah,” jelasnya.

Biaya produksi minyak goreng dari kelapa yang murah, lanjut Totok, dapat bersaing dengan minyak goreng dari kelapa sawit.

Ia menyebutkan bahwa minyak goreng dari kelapa pun lebih berkualitas. Hal ini akan disukai oleh masyarakat, apalagi harganya lebih murah dibandingkan minyak goreng dari kelapa sawit.

“Artinya bisa bersaing. Itulah yang dimaksud dengan meningkatkan daya saing dan meningkatkan integrasi hulurisasi dan hilirisasi,” sebutnya. (adv/um)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top