Diskominfo Kukar

Masyarakat Kukar Diminta Terlibat Aktif Jaga Habibat Pesut Mahakam

Kukar, beritaalternatif.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menanggapi temuan bangkai pesut mahakam yang ditemukan di Desa Kuyung, Kecamatan Muara Wis, Kukar, pada awal November 2021 lalu.

Bupati mengaku telah menerima foto-foto bangkai pesut mahakam tersebut. Kata dia, kawasan yang menjadi lokasi penemuan pesut tersebut telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi.

“Konservasi ini saya sebut namanya konservasi berbasis kearifan lokal. Makanya konservasi ini tidak kami daftarkan ke Kementerian LHK,” ungkap Bupati baru-baru ini.

Ia beralasan, sebelumnya kawasan itu telah dikuasai oleh masyarakat Kukar. Edi menjelaskan, di Sungai Mahakam terdapat kawasan bagi nelayan untuk mencari ikan, serta kawasan yang didiami pesut mahakam untuk hidup dan berkembang biak.

“Kenapa kita tetapkan sebagai kawasan konservasi? Kita ingin nanti ada pembatasan semua di kawasan ini,” katanya.

Bupati mengatakan, hewan mamalia yang hidup di perairan Sungai Mahakam tersebut tak bisa dikendalikan layaknya manusia. Sehingga hewan khas Kalimantan ini juga pernah ditemukan mati di luar kawasan konservasi seperti Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman. Pesut juga pernah ditemukan di wilayah Kecamatan Sebulu.

“Kawasan ini kan sudah di luar konservasi yang sudah kita tetapkan. Nah, tetapi komitmen ini tetap terjaga. Bahkan sudah terdata dengan baik pesutnya,” kata Bupati.

Kata dia, usaha menjaga lumba-lumba jenis air tawar tersebut akan terus dilakukan Pemkab Kukar. Penetapan kawasan konservasi berbasis lokal itu pun sebagai upaya melibatkan masyarakat agar ikut menjaga, menguasai, dan merasakan manfaat kawasan konservasi.

“Karena kalau kita berbicara kawasan konservasi yang ditetapkan secara nasional oleh Kementerian LHK, itu kan terbatas. Masyarakat harus keluar dari kawasan itu. Tidak boleh ada aktivitas,” ujarnya.

“Makanya kami tetapkan konservasi ini ala Kutai Kartanegara. Jadi, kalau berbicara pesut ini, fokus kami pada kebijakan-kebijakan sudah sangat besar. Hanya mungkin pelaksanaannya di lapangan,” lanjut Bupati. (adv)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top