Diskominfo Kukar

Klinik WPM Kukar akan Latih dan Bina Disabilitas untuk Berwirausaha

Kukar, beritaalternatif.com – Sejak berdiri pada tahun 2019, Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) Kutai Kartanegara (Kukar) telah membina 1.257 orang pemuda yang bergerak di bidang usaha.

Kepala Bidang Kewirausahaan dan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni menjelaskan, pihaknya telah melakukan pelatihan-pelatihan dan pendampingan terhadap pemuda yang memiliki minat di dunia usaha.

“Kemudian di tahun ini kita coba memfasilitasi mereka dalam pemberian peralatan penunjang untuk kegiatan usaha mereka,” ungkap Ali kepada awak media, Selasa (26/10/2021) siang.

Dia mengatakan, tahun ini Dispora Kukar menambah sasaran kegiatan berupa pembinaan dan pendampingan terhadap disabilitas. Pasalnya, pemuda disabilitas belum mendapatkan ruang yang besar dalam bidang kewirausahaan.

Ali yakin disabilitas memiliki kemampuan yang sama bahkan mempunyai kelebihan dibandingkan para pemuda pada umumnya. Kompetensi tersebut dapat dijadikan modal untuk mendorong mereka agar termotivasi menjadi pengusaha muda.

“Namun hari ini kami belum memberikan porsi. Di perubahan tahun ini kita akan coba menghadirkan mereka dalam pelatihan untuk mencoba membangkitkan kewirausahaan yang mereka miliki,” katanya.

Latihan yang akan diadakan akan menyesuaikan dengan minat dan jenis usaha yang akan dipilih serta digeluti para pemuda disabilitas. Fasilitas yang disediakan berupa konseling dan pendampingan oleh tenaga ahli.

Kemudian tahun ini Dispora Kukar mendatangi para pemuda yang berharap mendapatkan konseling terhadap usaha yang mereka geluti.

Selain itu, pihaknya memberikan peralatan penunjang. Sebab, sebagian pemuda telah mendapatkan pembinaan selama setahun. Dispora juga telah melakukan evaluasi melalui tenaga ahli yang dimiliki dinas tersebut.

“Mereka sudah bisa direkomendasikan untuk mendapatkan peralatan penunjang usaha. Tetapi itu sifatnya peralatan penunjang. Bukan peralatan utama,” jelasnya.

Setiap pengusaha muda, lanjut Ali, harus memiliki peralatan utama untuk menjalankan usahanya. Sebab, bantuan yang diberikan pemerintah daerah hanya peralatan penunjang.

“Memang untuk tahun ini cukup sedikit. Ada sembilan orang yang akan kita bantu setelah dilakukan verifikasi oleh tim tenaga ahli yang kami miliki,” sebutnya.

Para pengusaha muda yang diberikan bantuan peralatan tersebut bergerak di bidang kuliner, kosmetik, dan penjualan online.

“Ada juga yang berjualan di warung-warung yang ada,” beber Ali. (adv)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top