Diskominfo Kukar

Kepala Diskominfo Lakukan Audiensi dengan Forum KIM Kukar

BERITAALTERNATIF.COM – Forum Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan audiensi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar pada Senin (24/10/2022).

Kegiatan audiensi yang dihadiri oleh Kepala Diskominfo Kukar Dafip Haryanto ini dilaksanakan di Radio Pemerintah Kukar atau RPK, yang berlokasi di Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong.

Dalam kesempatan tersebut, Dafip menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan silaturahmi untuk membangun sinergitas antara Forum KIM, Pemkab Kukar, serta pemerintah desa.

“Biasanya audiensi itu yang mau audiensi yang datang. Ini beda. Karena kalau mau didatangi, cukup banyak. Namun, kami mencoba untuk agak lebih efektif dan efisien. Audiensinya kita gabung,” sebutnya.

Kata dia, audiensi ini juga bermaksud menyosialisasikan Forum KIM kepada organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kukar. “Karena banyak yang belum tahu KIM,” ucapnya.

Forum KIM juga akan disosialisasikan kepada perangkat desa di Kukar. Pasalnya, belum semua pemerintah desa di Kukar mengetahui keberadaan Forum KIM.

“Seharusnya pada materi pembekalan kepala desa kemarin, bagusnya KIM ini juga masuk. Cuma kebanyakan Diskominfo itu PPID yang diketahui,” terangnya.

Dafip menerangkan, Forum KIM berasal dari berbagai komunitas di Kukar, seperti komunitas kuliner dan pelaku UMKM.

“Pak Kades tidak perlu pusing karena mereka ini membentuk KIM tanpa membebani anggaran pemerintah desa,” ucapnya.

Forum KIM, sambung dia, bertugas untuk menyampaikan informasi dari pemerintah desa serta pemberdayaan masyarakat desa.

“Itu nilai tambahnya. Banyak mereka bergerak di sisi literasi informasi dan sisi pemberdayaan masyarakat, khususnya ekonomi,” bebernya.

Ia berharap keberadaan Forum KIM disambut positif oleh pemerintah daerah dan pemerintah desa, sehingga dapat bersinergi dalam membangun dan mengembangkan potensi Kukar.

“Mereka ini membantu pemerintah desa untuk mendesiminasi program pemerintah desa, agar bisa dipahami oleh masyarakat desa,” pungkasnya. (adv/ma)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top