Diskominfo Kukar

Bupati Kukar: Hindari Politik Sara dan Identitas di Pemilu 2024

BERITAALTERNATIF.COM – Bupati Kukar Edi Damansyah melalui Sekda Kukar Sunggono menyampaikan sambutan dalam pembukaan Rakor FKUB se-Kaltim pada Minggu (20/11/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Sunggono mengatakan, pelibatan agama dalam politik oleh penganutnya secara ideal diharapkan untuk turut mengawal agar praktik politik sesuai dengan etika dan nilai luhur agama, membangun identitas dan solidaritas sosial atas dasar universalitas nilai agama. 

Politisasi sara, terutama agama, selain rentan menimbulkan perpecahan, membuat masyarakat teralihkan dari yang seharusnya melihat kualitas serta program kandidat menjadi sekadar menengok identitas-identitas primordial.

“Pancasila sangat menghormati kedudukan agama. Agama bahkan sering dilibatkan dalam legitimasi politik untuk menjalankan fungsi-fungsi kenegaraan,” ucapnya di Grand Elty Singgasana Tenggarong.

Namun, lanjut dia, pelibatan agama dalam politik perlu diekspresikan dengan santun dan menolak prosesi politik negatif yang memiliki kecenderungan menghalalkan segala cara untuk meraih tujuan. “Sehingga pelibatan agama sejatinya tidak menimbulkan perpecahan, kebencian dan konflik sara,” tegasnya.

Dilansir dari Wikipedia, meskipun menjamin kebebasan beragama dalam konstitusi, pemerintah Indonesia hanya mengakui enam agama resmi: Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Sementara itu, penganut agama tradisional ataupun agama-agama lainnya hanya mendapatkan pengakuan terbatas sebagai “penghayat kepercayaan”.

Dengan 231 juta penganut pada tahun 2018, Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Sebanyak sekitar hampir 30 juta penduduk Indonesia atau lebih tepatnya 28,6 juta jiwa menganut agama Kristen, di mana 20,2 juta penduduk merupakan penganut aliran Kristen Protestan, sedangkan 8,3 juta penganut Kristen Katolik.

Selain itu, 4,7 juta penganut Hindu, 2 juta penganut Buddha, 81 ribu penganut Konghucu, dan 108 ribu penganut aliran kepercayaan lainnya—terutama agama tradisional/lokal.

Agama Islam dipeluk oleh hampir seluruh warga Indonesia (sekitar 86,70%), agama Kristen (Protestan dan Katolik) kebanyakan dipeluk oleh beberapa suku, yakni: Batak, Toraja, Dayak, Nias, Minahasa, Ambon, dan lainnya.

Kebanyakan pemeluk Hindu adalah suku Bali dan orang keturunan India di Indonesia serta kebanyakan pemeluk Buddha dan Konghucu adalah orang Tionghoa-Indonesia. (adv/um)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top