Diskominfo Kukar

Bunda PAUD dan Disdikbud Kukar Ajak Masyarakat Perangi Stunting

Kukar, beritaalternatif.com – Dalam upaya penanganan dan pencegahan stunting di Kutai Kartanegara (Kukar), Bunda PAUD  Maslianawati Edi Damansyah yang juga Ketua TP PKK Kukar kembali menggelar kegiatan Pembukaan Pendampingan Pendidikan Keluarga.

Pendampingan ini bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar dengan mengusung tema Dengan Ragapantas Mari Wujudkan Generasi Emas dan Paud Berkualitas, yang dibuka di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Rebaq Rinding, Kecamatan Muara Muntai, Minggu (7/11/2021) pagi.

Dalam arahannya, Maslianawati memaparkan stunting atau sering disebut kekerdilan adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, terutama jika terjadi dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) sejak janin berada di kandungan, hingga anak berusia dua tahun.

“Penyebab stunting di antaranya anak sering sakit, terutama diare, campak, TBC dan penyakit infeksi lainnya, keterbatasan air bersih dan sanitasi yang buruk dan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga yang rendah,” katanya.

Dia mengatakan, stunting tidak hanya menyebabkan hambatan pertumbuhan fisik dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, tetapi juga mengancam perkembangan kognitif yang akan mempengaruhi tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa dewasanya.

Dia ingin orang tua, kepala desa, anggota PKK serta para guru ikut andil dalam pencegahan stunting di Kukar. 

“Bersama-sama kita memberantas masalah stunting ini. Jangan sampai Desa Rebaq Rinding ada yang keluarganya menderita stunting ini,” harapnya.

Sekretaris Disdikbud Kukar, Maria Ester mengatakan, Pemkab Kukar sangat serius terkait dengan pencegahan stunting. Dia menyebut, ada beberapa konsep serta langkah-langkah inovasi yang sudah dilakukan dalam rangka pencegahan stunting yang terintegrasi. Mulai di tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga kelurahan, yang disertai beberapa indikator intervensi Pemkab Kukar.

Lima indikatornya yaitu pantas kesehatan, pantas pendidikan, pantas rumahan, dan pantas sejahtera.

“Kami berharap stunting yang ada di Muara Muntai dapat teratasi melalui pendidikan ke depannya. Semoga di Muara Muntai ini bebas dari stunting,” harapnya.

Acara ini dihadiri Camat Muara Muntai Murjani, para kepala desa, Danramil, Kapolsek, kepala sekolah, guru PAUD, tokoh masyarakat serta undangan lainnya. (adv)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top