Ekonomi Makro

Ekspor Migas Naik 14,15 Persen, Neraca Dagang Indonesia Sepanjang 2022 Surplus Rp 818,2 Triliun

BERITAALTERNATIF.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 54,46 miliar atau Rp 818,2 triliun (asumsi kurs Rp 15.025 per dolar AS) sepanjang 2022.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan capaian itu tumbuh 53,76 persen dibandingkan tahun lalu. “Neraca dagang barang secara kumulatif surplus US$ 54,46 miliar. Tumbuh 53,76 persen kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Margo Yuwono dalam konferensi pers, Senin (16/1/2023).

Sementara itu, secara bulanan, neraca perdagangan pada Desember 2022 surplus sebesar US$ 3,89 miliar.

“Pada Desember 2022 neraca perdagangan barang itu mencatat surplus US$ 3,89 miliar,” ujarnya.

Kenaikan neraca dagang ini ditopang oleh ekspor yang lebih tinggi dibandingkan impor. Ekspor tercatat sebesar US$ 23,83 miliar atau turun 1,10 persen (month to month/mtm), sedangkan impor tercatat US$ 19,94 miliar atau naik 5,16 persen (mtm).

Secara rinci, ekspor non migas turun sebesar 2,73 persen (mtm). Komoditas yang mendorong adalah bahan bakar mineral turun 19,44 persen, lemak dan minyak hewan/nabati turun 9,47 persen, barang dari besi dan baja turun 50,74 persen, serta logam mulia dan perhiasan permata turun 11,61 persen.

“Turunnya ekspor non migas ini mengikuti bulan sebelumnya yang pada November turun 2,57 persen terhadap Oktober 2022 (mtm). Ekspor non migas memang terjadi penurunan di empat bulan terakhir baik dari sisi nilai maupun volume,” jelas Margo.

Sedangkan, secara tahunan (year on year/yoy), ekspor masih tumbuh positif 6,58 persen. Meski demikian, memang lebih lambat dibandingkan Desember 2021 yang pada saat itu ekspor bisa tumbuh 35,18 persen.

Selanjutnya, dari sisi impor untuk non migas naik 3,60 persen ditopang komoditas serealia naik 66,03 persen, barang besi dan baja naik 43,92 persen, serta kereta api trem dan bagiannya naik cukup tinggi 605,06 persen.

Kemudian, ekspor migas juga naik 14,15 persen sepanjang Desember 2022. Hal ini ditopang oleh meningkatnya impor hasil minyak sebesar 17,72 persen, dan minyak mentah yang naik 12,80 persen.

Namun, secara tahunan impor turun sebesar 6,61 persen (yoy). “Ini adalah penurunan impor terdalam dalam dua tahun terakhir,” pungkas Margo. (*)

Sumber: CNN Indonesia

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top