DPRD KALTIM

Penyebab Ribuan Lulusan SMP Balikpapan Tak Diterima di SMA dan SMK

BERITAALTERNATIF.COM – Kota Balikpapan menjadi salah satu daerah di Kaltim yang memiliki banyak masalah di bidang pendidikan, salah satunya keterbatasan Rombongan Belajar (Rombel) untuk sekolah jenjang SMA dan SMK.

Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Kaltim dari Dapil Balikpapan Muhammad Adam kepada beritaalternatif.com pada Jumat (11/11/2022).

Kata dia, kewenangan terhadap pengelolaan SMA dan SMK, khususnya negeri, berada di tangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Dari informasi yang diterimanya, saban tahun Balikpapan sering memiliki banyak masalah dalam penerimaan siswa baru.

Pasalnya, lanjut Adam, lulusan SMP banyak yang tak tertampung dalam jenjang pendidikan SMA dan SMK di Balikpapan.

“Lulusan SMP itu hampir 10 ribu, tapi daya tampung enggak sampai separuh,” jelasnya.

Masalah ini pun acap dikeluhkan para orang tua siswa karena anak-anak mereka yang baru lulus SMP tidak bisa masuk ke SMA dan SMK negeri.

Adam menyebutkan bahwa sistem zonasi telah mempersulit lulusan-lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikan di SMA dan SMK negeri.

Politisi Partai Hati Nurani Rakyat ini mengaku sudah berkali-kali berdiskusi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Salah satu solusinya, setiap tahun Disdikbud Kaltim dapat mendirikan SMA dan SMK baru di Balikpapan. “Tetapi kewenangan mengangkat guru negeri itu ada di pusat,” katanya.

Tahun ini, sambung dia, Disdikbud Kaltim dapat membangun SMA dan SMK di Balikpapan. Kemudian, tahun berikutnya dapat membangunnya lagi.

“Tetapi, tentu harus juga ada guru negeri yang mengajar di sekolah tersebut,” sebutnya.

Diketahui, pada tahun 2022, dari 11 ribu lulusan SMP, terdapat sekitar 5 ribu orang yang tidak tertampung di SMA dan SMK di Balikpapan.

Pemkot Balikpapan sejatinya telah mengalokasikan anggaran untuk penambahan gedung sekolah, khususnya untuk SMK Negeri 7 Balikpapan.

Namun, Pemkot menghadapi banyak tantangan, salah satunya keterbatasan lahan yang dimiliki sekolah tersebut, sehingga penambahan gedung tak kunjung terlaksana. (adv/um)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top