Internasional

Fakta-Fakta di Balik Penembakan Mantan PM Pakistan Imran Khan

BERITAALTERNATIF.COM – Mantan Perdana Menteri (PM) Pakistan, Imran Khan, ditembak dalam serangan di keramaian.

Peristiwa ini adalah percobaan pembunuhan terhadap Imran, demikian menurut kubu Imran Khan. Khan adalah mantan pemain kriket yang dilengserkan dari jabatan Perdana Menteri Pakistan pada April lalu. Dia berasal dari Partai Tehreek-e-Insaf (PTI).

Fakta-fakta ini dikumpulkan dari pemberitaan hingga Jumat (4/11/2022) petang. Peristiwa penembakan terhadap Khan terjadi di Kota Wazirabad sekitar 170 km hingga 200 km sebelah timur ibu kota negara itu, Islamabad. Serangan terjadi pada Kamis (3/11/2022) waktu setempat.

Dilansir BBC, peristiwa penembakan terjadi saat Imran memimpin pawai umum menuntut pemilu dipercepat. Rencananya konvoi mereka menuju Islamabad, ibu kota Pakistan.

Khan dan para pendukungnya berada di kontainer yang ditarik oleh truk. Khan telah memimpin pawai protes pawai kedua tahun ini selama tujuh hari terakhir, untuk menuntut pemilu yang dipercepat.

Pemerintah telah berulang kali mengatakan akan mengadakan pemilihan tahun depan, seperti yang direncanakan.

Saat pawai ramai itu, tiba-tiba letusan tembakan terdengar. Khan menunduk. Orang-orang di sekitarnya mencoba untuk menutupi Khan. Suasana menjadi mencekam.

“Semua orang yang berdiri di barisan paling depan terkena tembakan,” ucap eks Menteri Informasi Fawad Chaudhry, yang berdiri di belakang Khan, kepada AFP.

Seorang jurnalis lokal, Zoraiz Bangash, yang melihat serangan itu mengatakan kepada BBC, “Semuanya dimulai ketika Khan memimpin pawai umum dan tiba-tiba terdengar suara tembakan, dan saat itu kami semua menyadari ada orang yang terlihat memegang pistol, pistol 9 mm, dan dia melepaskan beberapa tembakan yang sayangnya mengenai beberapa pimpinan PTI dan Khan yang tertembak di kaki.”

“Dan orang itu ditahan oleh seorang pendukung PTI yang berdiri di sampingnya. Orang itu ditangkap dan dibawa pergi.”

Dilansir AFP, Khan dalam kondisi stabil usai kena tembak. Dia tertembak di kaki. Seorang rekan anggota partai PTI juga tampil dalam video tersebut dengan perban di wajahnya dan darah pada pakaiannya, sambil mengatakan bahwa orang-orang harus berdoa untuk Khan dan mereka yang terluka.

Khan langsung dilarikan ke rumah sakit di Lahore, kota besar di Pakistan. Sultan yang merawat Khan menuturkan kepada AFP, pada Jumat (4/11) pagi waktu setempat, bahwa mantan PM berusia 70 tahun itu dalam kondisi ‘stabil dan baik-baik saja’ di rumah sakit Shaukat Khanum di Kota Lahore. Dia sedang dalam masa pemulihan.

Dilansir AFP dari media lokal India, NDTV, ada dua pelaku penembakan. Satu orang pelaku ditembak mati oleh aparat. Ini disampaikan oleh ajudan senior Khan, Raoof Hasan.

Satu dari dua pelaku ditangkap aparat. Menteri Informasi Marriyum Aurangzeb menyebut satu pelaku penembakan ditahan. Ada video beredar yang memuat pernyataan si pelaku ini.

“Saya datang hanya untuk membunuh Imran Khan,” ucap seorang pria yang terlihat acak-acakan dalam video itu. Terlihat tangan pria itu diikat ke belakang di sebuah lokasi yang tampak seperti kantor polisi.

“Saya melakukannya karena dia (Khan) menyesatkan orang-orang. Saya tidak tahan. Saya telah memutuskan untuk melakukan ini pada hari dia memulai konvoi,” imbuh pria itu sembari menatap ke arah kamera dalam rekaman video yang beredar.

Disebutkan pria itu dalam video yang beredar itu bahwa dirinya marah dengan konvoi pimpinan Khan yang memicu keributan saat azan berkumandang. Dia mengaku beraksi sendiri tanpa ada teman lain.

Dilansir AFP, serangan bersenjata ini mengakibatkan 10 orang luka-luka. Serangan ini secara signifikan meningkatkan pertaruhan dalam krisis politik yang mencengkeram Pakistan sejak Khan dilengserkan pada April lalu. (*)

Sumber: Detik.com

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top