Tokoh

Najwa Shihab, Sarjana Hukum yang Sukses Berkarier di Dunia Jurnalistik

BERITAALTERNATOF.COM – Nama-nama anak Quraish Shihab bukan hanya sekedar indah, tetapi setiap nama-nama anaknya merupakan sebuah doa atau harapan orang tua. Nama “Najwa Shihab” yang diberikan oleh sang ayah Quraish Shihab mempunyai arti percakapan atau bisikan. Menurut makna majazinya, orang yang pandai bercakap, mudah mengerti, dan cerdas saat berinteraksi dengan orang lain.

Najwa menikah dengan Ibrahim Sjarief Assegaf pada tahun 1997. Najwa dan Ibrahim mempunyai seorang putra yang bernama Izzat Ibrahim Assegaf dan biasa dipanggil dengan nama Izzat.

Najwa memilih untuk melanjutkan karirnya di bidang jurnalistik walaupun ia merupakan lulusan Sarjana Hukum. Saat bekerja di dunia jurnalistik, Najwa dikenal oleh teman-temannya sebagai pribadi yang super, ramah, dan tidak sombong, bahkan ia selalu merendah jika dinyatakan sebagai wartawan yang sukses. Sampai saat ini, bahkan ketika di acara “Mata Najwa”, Najwa akrab dipanggil dengan nama “Nana”.

Pendidikan Najwa

Semasa menempuh pendidikan, Najwa bisa dikatakan sebagai murid yang cerdas karena saat menempuh pendidikan menengah atas, ia mendapatkan kesempatan belajar ke luar negeri. Kesempatan yang didapatkan olehnya sangat didukung keluarga.

Orang tua Najwa sangat cinta dengan bidang pendidikan dan agama. Oleh karena itu, Najwa sudah diberikan ilmu tentang pendidikan sejak masih kecil, ia dimasukkan ke Taman Kanak-Kanak (TK) Al-Quran. Pada saat menempuh pendidikan TK, Najwa pernah merasakan dipukul dengan kayu kecil oleh gurunya ketika melakukan kesalahan.

Setelah selesai dengan pendidikan masa kanak-kanaknya, Najwa melanjutkan pendidikan Sekolah Dasar di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah pada tahun 1984 sampai tahun 1990.

Kemudian di tahun 1990, Najwa Shihab meneruskan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di  SMP Al-Ikhlas, Jeruk Purut, Jakarta Selatan dan lulus pada tahun 1993. Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi lembaga pendidikan yang dipilih oleh Najwa setelah lulus dari SMP.

Saat menempuh pendidikan di bangku SMA, Najwa mendapatkan sebuah tawaran atau kesempatan belajar dari program American Field Service (AFS).

Program AFS ini merupakan program pertukaran pelajar ke Amerika yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya. Dengan mendapatkan program pertukaran pelajar ke Amerika maka bisa dikatakan jika Najwa mempunyai tingkat kecerdasan yang istimewa.

Najwa mendapatkan program pertukaran pelajar ke Amerika saat berusia 16 tahun. Orang tua Najwa diberikan kepercayaan agar tidak meninggalkan shalat lima waktu dan sampai selesai menempuh pendidikan di Amerika, Najwa berhasil menjaga kepercayaan yang diberikan oleh orang tuanya.

Najwa ikut jalur Penelusuran Minat dan Bakat (PMDK) untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Jalur PMDK merupakan salah satu jalur yang sangat dinantikan oleh para siswa SMA. Berkat prestasi yang gemilang saat menempuh pendidikan SMA membuat ia lulus seleksi PTN. PTN yang dipilihnya ialah Universitas Indonesia.

Setelah selesai dengan pendidikan SMA dan program pertukaran pelajar AFS, Najwa memilih Universitas Indonesia sebagai lembaga pendidikan selanjutnya.

Jurusan yang diambil ketika menempuh pendidikan di Universitas Indonesia adalah jurusan hukum. Pada tahun 2000, Najwa Shihab telah menyelesaikan studinya dan mendapatkan gelar Sarjana Hukum.

Setelah lulus dari Universitas Indonesia, Najwa memilih karirnya sebagai seorang jurnalis. Semakin lama bekerja di dunia jurnalistik membuat ia jatuh hati dengan dunia ini dan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Di tahun 2008, ia mendapatkan beasiswa magister dari pemerintah Australia dan lembaga pendidikan yang dipilih yaitu Melbourne Law School. Ketika menempuh pendidikan magister di Melbourne Law School, Najwa mengambil jurusan hukum media.

Perjalanan Karir Najwa

Meskipun Najwa lulusan Sarjana Hukum, tetapi ia lebih memilih jurnalistik sebagai kariernya. Ketika masih menjadi mahasiswa Universitas Indonesia, Najwa melakukan magang di divisi berita RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia). Kegiatan magang ini membuat Najwa jatuh hati dengan dunia jurnalistik dan setelah lulus ia memilih untuk melanjutkan karir di dunia jurnalistik.

Satu tahun setelah lulus dari Universitas Indonesia, Najwa memulai karir di dunia jurnalistik di stasiun Metro TV. Metro TV merupakan perusahaan yang bergerak di bidang media nasional yang dimiliki oleh seorang politisi yang bernama Surya Paloh.

Awal karier Najwa menjadi reporter lapangan, tugas utama reporter lapangan adalah melakukan peliputan sebuah berita yang terjadi di lapangan serta memberikan informasi seputar berita tersebut kepada masyarakat, baik itu dalam bentuk berupa siaran langsung atau tidak langsung, atau dalam bentuk lisan atau tulisan.

Peningkatan karir Najwa terus berlangsung, setelah menjadi reporter lapangan, ia diangkat menjadi pembawa berita news anchor. Beberapa berita yang pernah dibawakan oleh Najwa seperti acara berita prime time, acara berita ini biasa ditayangkan setiap hari pada jam 17.30-19.00.

Acara ini sering sekali membahas isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan oleh banyak orang dan narasumber yang dihadirkan pada acara ini merupakan seseorang yang terpercaya.

Acara berita yang dibawakan berikutnya adalah program berita “Suara Anda”. Tanggal 6 Desember 2004 merupakan tanggal acara berita “Suara Anda” lahir dan hadir di televisi. Acara terdiri dari 3 segmen yang berisi 6 berita dan durasi dari acara ini ialah 30 menit.

Acara berikutnya adalah sebuah acara yang berisi tentang perbincangan dengan tokoh-tokoh tertentu yang dipandu oleh pembawa acara dan nama acara itu ialah “Mata Najwa”.

Acara ini bisa dikatakan sebagai acara reguler yang dimiliki oleh Najwa. Hal itu bisa dilihat dari nama acaranya yang di mana terdapat nama “Najwa” yang merupakan pembawa acara tersebut.

Karena sifat tidak mudah puas dalam menekuni suatu hal dan sifat selalu ingin belajar membuat Najwa selalu meriset, mempelajari, dan memperbaiki semua hal yang berkaitan dengan acara yang dipimpin oleh dirinya.

Hal itu sering dilakukan sebelum dimulainya acara sehingga ia bisa datang lebih awal hanya untuk membaca semua hasil riset yang telah ditemukan oleh tim, lalu mempelajari hasil riset itu dan memperbaikinya jika ada kekurangan atau kesalahan informasi.

Acara “Mata Najwa” yang dibawakan oleh Najwa bisa dibilang acara yang sukses karena bisa mendapatkan beberapa penghargaan dan banyak masyarakat yang menyukai acara ini. Salah satu kunci kesuksesan dari acara ini adalah hasil riset yang mendalam yang dilakukan oleh Najwa dan tim.

Dengan gaya rima yang khas, catatan yang dihasilkan dari program Mata Najwa menggelitik dengan sindiran, menohok tajam, dan kadang berbentuk ajakan merenung.

Sudah banyak bintang tamu yang datang ke acara “Mata Najwa”, mulai dari tokoh politik, olahragawan, musisi, pelawak, dan masih banyak tokoh lainnya. Namun, bintang tamu yang sering hadir atau diundang ke acara “Mata Najwa” adalah tokoh-tokoh politik.

Adapun beberapa bintang tamu yang hadir ke “Mata Najwa” memberikan kesan sendiri bagi Najwa. Bintang tamu yang bisa memberikan kesan sendiri terhadap Najwa, seperti B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Susilo Bambang Yudhoyono, Hamzah Haz, dan beberapa tokoh lainnya.

Setelah sukses membawa sebuah acara baik itu acara berita atau acara bincang-bincang maka ia diberikan kepercayaan oleh Metro TV untuk meliput berita tsunami di Aceh pada tahun 2004.

Liputan yang dilakukan oleh Najwa pasca tsunami Aceh mendapatkan banyak apresiasi dari masyarakat. Bukan hanya itu, dari liputan yang dilakukannya membuat banyak masyarakat berempati dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap bencana alam yang memakan banyak korban jiwa tersebut.

Di awal kedatangannya ke Aceh, Najwa sudah melihat betapa banyaknya tumpukan-tumpukan mayat yang belum terurus. Dengan demikian, ia menjadi saksi atas ketidaksiapan pemerintah dalam menghadapi bencana alam yang besar itu.

Karena hal itulah membuat setiap laporan langsung yang diberikan kepada masyarakat terasa lebih emosional. Berkat laporan-laporannya ketika meliput tsunami Aceh, Najwa mendapatkan penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Penghargaan yang diperoleh Najwa bukan hanya dari PWI, tetapi masih banyak penghargaan-penghargaan lainnya, baik itu untuk dirinya sendiri atau untuk acara “Mata Najwa”.

Penghargaan yang Diperoleh Najwa

Setelah membawakan berita dan laporan saat tsunami di Aceh, karir Najwa di dunia jurnalistik terus mengalami peningkatan. Keberhasilan karir jurnalistiknya dapat dilihat dengan banyaknya penghargaan yang ia dapatkan. Pada tahun 2006, Najwa mendapatkan penghargaan sebagai jurnalis terbaik Metro TV dan masuk ke dalam nominasi Panasonic Award kategori pembaca berita terbaik.

Pada tahun 2006, Najwa terpilih menjadi peserta Senior Journalist Seminar, peserta-peserta yang hadir di acara itu mayoritas dihadiri oleh wartawan-wartawan yang terpilih dari berbagai negara. 

Acara Senior Journalist Seminar diadakan di beberapa kota di Amerika Selatan. Di tahun ini juga, Najwa menjadi pembicara di acara “Konvensi Asian American Journalist Association”.

Satu tahun berikutnya, kegemilangan Najwa dalam dunia jurnalistik tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi dari luar negeri. Hal itu dibuktikan dengan masuknya ke nominasi Panasonic Award dan di tingkat Asia, ia masuk ke dalam nominasi Asian Television Award untuk kategori Best Current Affairs atau Talk Show Presenter.

Pada ajang Asian Television Award, pengumuman pemenang dilakukan di Singapura dan pemilihan pemenang dilakukan oleh juri dari ajang tersebut.

Di tahun 2010, Najwa terpilih sebagai nominasi di Panasonic Award untuk kategori Presenter Berita Terbaik, tetapi di tahun 2010, ia belum bisa menjadi pemenang Panasonic Award. Pemenang presenter terbaik di Panasonic Award tahun 2010 adalah Putra Nababan.

Penghargaan luar negeri berikutnya yang Najwa dapatkan ialah penghargaan Young Global Leaders di tahun 2011. Penghargaan ini merupakan penghargaan yang diselenggarakan oleh World Economic Forum (WEF). WEF merupakan sebuah organisasi nirlaba internasional yang pusatnya ada di Jenewa, Swiss.

Pertemuan tahunan yang diadakan oleh lembaga ini diselenggarakan secara rutin di Davos, Swiss dan pertemuan itu dihadiri oleh eksekutif bisnis, politikus, ilmuwan, dan jurnalis terpilih.

Pada saat penghargaan Young Global Leaders itu diselenggarakan di tahun 2011, ada tiga orang Indonesia yang terpilih untuk memperoleh penghargaan tersebut, yaitu Rieke Diah Pitaloka, ia merupakan seorang tokoh politik perempuan Indonesia. Emudian, Arsjad Rasjid, yang merupakan Chief Executive Officer di PT Indika Energy. Dan Najwa Shihab, yang merupakan jurnalis sekaligus pembawa acara “Mata Najwa”.

Adapun beberapa pengahrgaan lainnya, yang pernah didapatkan oleh Najwa, seperti The Influential Women of The Year dari Ellie Magazine di tahun 2016; Most Progressive Figure dari Forbes Magazine di tahun 2016; Australian Alumni Award for Journalism and Media di tahun 2019Pada tahun yang sama, ia mendapatkan penghargaan National Award for Journalistic Contribution to Democracy di tahun 2019.

Najwa dan Narasi TV

Karir Najwa di Metro TV bisa dibilang tidak sebentar, 10 tahun lebih ia sudah meniti karir di Metro TV. Namun, pada tahun 2017, Najwa Shihab memilih mengundurkan diri dari Metro TV yang sudah membesarkan namanya di dunia jurnalistik.

Setelah berhenti dari Metro TV di tahun 2017, Najwa bersama kedua temannya membuat sebuah perusahaan di bidang digital content dan nama perusahaan itu yakni PT Narasi Citra Sahwahita. Di awal-awal membangun perusahaan ini, Najwa sempat khawatir tidak bisa membayarkan gaji para karyawannya. Saat ini, PT Narasi Citra Sahwahita lebih dikenal dengan sebutan Narasi TV.

Ada banyak sekali konten dan acara yang telah dibuat oleh Narasi TV, setiap acara itu ada yang ditayangkan di TV dan ada yang ditayangkan di Youtube. Perusahaan yang dibangun oleh Najwa dan kedua temannya mendapatkan dana investasi dari Go-Jek dan GDP.

Najwa juga pernah tampil di kanal Youtube bertajuk “Shihab dan Shihab” yang membahas beragam topik populer dan pertanyaan netizen terkait ajaran Islam dan dokumentasi dari perbincangan tersebut bisa dibaca pada buku Shihab & Shihab.

Duta Baca Indonesia

Najwa ditunjuk oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk menjadi duta baca Indonesia. Tugas utama dari duta baca ini ialah menyebarkan minat baca ke seluruh wilayah Indonesia. Najwa menjadi duta baca Indonesia selama empat tahun, yakni dimulai dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020.

Kesimpulan

Setiap karir yang ditekuni secara sungguh-sungguh akan menghasilkan sebuah kesuksesan, walaupun tidak sesuai dengan jurusan yang ditempuh. Seperti halnya, Najwa selalu bersungguh-sungguh dalam meniti karirnya sehingga ia mendapatkan banyak penghargaan di dunia jurnalistik, walaupun ia lulusan Sarjana Hukum. Dengan demikian, sebuah usaha yang dilakukan selama ini tidak akan mengkhianati hasil. (*)

Sumber: Artikel Gramedia.com berjudul Biografi Najwa Shihab: Perjalanan Karir Sampai Jadi Presenter Sukses

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top